MA'RIFAH: Journal of Islamic Education, Learning and Human Development
https://marifah.alwaqfu.or.id/index.php/marifah
<p style="font-weight: 400;">Selamat datang di Ma'rifah</p> <h2>MA‘RIFAH</h2> <p><em>Journal of Islamic Education, Learning and Human Development</em></p> <p><strong>Fokus:</strong> Jurnal MA‘RIFAH berfokus pada kajian dan pengembangan keilmuan di bidang pendidikan Islam, metodologi pembelajaran, serta pengembangan sumber daya manusia yang berlandaskan nilai-nilai universal Islam.</p> <p><strong>Ruang Lingkup (Scope):</strong></p> <ul> <li>Kurikulum dan desain pembelajaran pendidikan Islam</li> <li>Inovasi, strategi, dan evaluasi pembelajaran</li> <li>Pendidikan karakter dan moralitas</li> <li>Psikologi pendidikan dan perkembangan anak dalam perspektif Islam</li> <li>Manajemen dan kepemimpinan pendidikan Islam</li> <li>Pendidikan pesantren, madrasah, dan sekolah Islam terpadu</li> </ul>en-USfahri0204171029@uinsu.ac.id (FAHRI ROJA SITEPU S.H,M.H)fahri0204171029@uinsu.ac.id (Fahri Roja Sitepu)Tue, 04 Aug 2026 14:47:49 +0700OJS 3.2.1.1http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss60Kedudukan Sadd Adz-Dzariah Sebagai Metode Istinbath Hukum Islam
https://marifah.alwaqfu.or.id/index.php/marifah/article/view/283
<p>Sadd al-dzari’ah merupakan salahsatu metode instinbath hukum Islam yang para ulama masih berbeda pendapat atas status kehujjahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui menela’ah, kedudukan sadd al-dzariah sebagai metode istinbath hukum lalu hubungannya dengan maqashid al-syariah dan bagaimana penerapan sadd al-dzariah pada masa klasik dan kontemporer. Penelitian ini adalah penelitian doctrinal research, dengan pendekatan Conceptual, data dikumpulkan melalui studi dokumen dan diolah dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ulama menggunakan sadd al-dzari’ah sebagai dalil hukum, meskipun ada yang menolaknya. Sadd al-dzari’ah bertindak sebagai instrument preventif untuk menjaga maqashid al-syari’ah. Sehingga ia menjadi bagian integral yang penting dari sistem hukum Islam.</p> <p> </p>Cahaya Permata
Copyright (c) 2025 ALWAQFU: Jurnal Hukum Ekonomi dan Wakaf
https://marifah.alwaqfu.or.id/index.php/marifah/article/view/283Tue, 28 Jan 2025 00:00:00 +0700REKONSTRUKSI KONSEP KAFA'AH DI ERA DIGITAL: PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM
https://marifah.alwaqfu.or.id/index.php/marifah/article/view/516
<p><em>The advancement of information technology has fundamentally transformed how Muslim communities, particularly the digital native generation, search for and select prospective marriage partners. The phenomenon of online ta'aruf through applications such as Taaruf ID, Salams, and Hawaya, as well as general social media, has triggered a significant shift in the application of the classical concept of kafa'ah (marital compatibility) as understood in traditional Islamic jurisprudence. This article aims to critically examine how the concept of kafa'ah must be reconstructed to remain relevant and applicable amid digital transformation, without losing the substantive spirit of maqashid al-shariah underlying Islamic marriage. This study employs a qualitative method with a normative-juridical approach and library research, examining Qur'anic verses, hadith, the views of the four schools of Islamic jurisprudence, the Compilation of Islamic Law (KHI), Law Number 1 of 1974 on Marriage as amended by Law Number 16 of 2019, and recent academic literature. The findings indicate that kafa'ah must not be reduced to mere algorithmic matching on digital platforms, but must remain grounded in the five classical criteria, religion, lineage, freedom, occupation, and wealth, reinterpreted contextually through maslahah mursalah and maqashid al-shariah, while incorporating new dimensions such as digital literacy, cybersecurity, and identity verification as part of the contemporary protection of lineage (hifz al-nasl) and honour (hifz al-'ird). The article recommends strengthening derivative regulations and synergy among the Ministry of Religious Affairs, the Indonesian Ulema Council, and digital platform providers to keep online ta'aruf practices within the corridor of shariah and Indonesian positive law.</em></p> <p> </p>Hanifah Khairiyah Siregar, Sukiati, Dhiauddin Tanjung
Copyright (c) 2026 ALWAQFU: Jurnal Hukum Ekonomi dan Wakaf
https://marifah.alwaqfu.or.id/index.php/marifah/article/view/516Mon, 07 Sep 2026 00:00:00 +0700